Kamis, 23 November 2017

Belajar Khat, Masihkah penting ?

Belajar Khat, Masih pentingkah ?
Khat Adalah seni Kaligrafi Arab. Namun tidak semua bangsa Arab bisa menulis Khat dengan baik. Bahkan Mesir yang dikenal dengan Azharnya sebagai pusat keilmuan keislaman pada masa ini, tidak semua warganya mampu menulis dengan baik. Hal ini karena pada masa kecil dahulu, mereka dituntut untuk menulis dengan cepat, bukan menulis dengan baik dan indah. Walhasil, bisa kita lihat tulisan kantor administrasi di perkuliahan di Azhar, ada beberapa staff yang tidak mampu membaca dan mengenali tulisannya sendiri.
Sebenarnya bukan hanya Khat atau seni kaligrafi arab saja yang mengalami kemunduran. Tapi seni kaligrafi bangsa lain mengalami kemunduran. Tapi hal bukan menjadi alasan kita bersantai-ria dengan keadaan, karena khat mempunyai peranan yang sangat penting, bukan hanya pada bangsa Arab tapi juga bagi Agama Islam umumnya.
Dahulu kala, ketika Al-Quran diturunkan, Rasulullah memberi tugas ke lima sahabatnya untuk menulis wahyu. Mereka adalah sekertaris terpercaya Rasulullah. Para Kuttab al-Wahyi mengajarkan dan menyampaikan ilmunya pada orang setelahnya. Kemudian rantai pembelajaran khat ini berlanjut dari era Khulafa’ Rasyidin, dinasti Umayyah, Dinasti Abbasiah lalu Dinasti terakhir Khilafah Islamiyah dinasti turki Usmani. Di tangan para Khattat dan Ulama, Al-Quran sampai saat ini terjaga keotentikannya fi as-shudur wa fi as-suthur¸juga membawa dan menjaga pemahaman yamg lurus terhadap Al-Quran dan As-Sunnah.
melihat pentingnya Khat, beberapa ulama menuliskan mengenai Khat. Ada yang berkata “perbaikilah khatmu, karena itu adalah salah satu pembuka rezeki”,”ikatlah ilmumu dengan Tulisan”, “khat adalah Geometri Rohani yang tampak dengan alat jasmani”.
Sejak dahulu kala, bangsa lain banyak yang cemburu dengan perkembangan pesat Khat. Para revolusioner khat klasik semisal Ibnu Muqlah, Yaqut al-Mu’tashimi, ibnu al-Bawab, Hamid Al-Amidy hingga Khattat lainnya pernah dituduh mencotek seni kaligrafi lbangsa lain. Adapula pengakuan dari kaum bangsa lain yang mengagumi keindahan dan kerumitan khat arab.
Hingga Masa Dinasti Abbasiah saja, khat sudah mencapai 10 jenis khat dengan detail  dan kerumitan kaidah tiap jenis khat yang berbeda-beda. Saat ini, jumlah khat lebih 15 jenis dengan uslub turki, iraq, dan mesir. Dan dengan manhaj setiap guru besar khat yang berbeda-beda pula.
Disamping itu, secanggih  apapun aplikasi atau software yang ada di komputer, tidak mampu menyamai tulisan manual seorang khattat yang menguasai seluruh kaidah penulisan khat tertentu. Bahkan dalam beberapa khat, ada yang mengunggunakan mizan bashari, fan, tata letak dan lain lain yang hanya diterima dan dikelola oleh manusia yang mempunyai otak sebelah kiri yang mampu berfikir imanjinatif.
Untuk mengetahui dan mampu menulis khat dengan baik, benar dan indah, tidak cukup dengan otodidak dan belajar lewat internet dan youtube. Sama seperti Ulum Syar’iyah,  harus melalui perantara Guru. Karena ada asrar huruf atau rahasia-rahaisa kaidah tiap huruf yang perlu dijelaskan dengan bertatap muka.
Saat ini, ada beberapa manhaj kaligrafi yang mempunyai sanad keilmuan yang sampai pada Para Sahabat penulis wahyu. Salah satunya Manhaj Hamidi yang dikembangkan oleh syeikh Belaid Hamidi. Syeikh Belaid Hamidi adalah seorang Khattat berkebangsaan maroko yang belajar uslub khat turki dengan bimbingan Gurunya Syeikh Hasan Celebi. Syeikh Hasan Celebi adalah murid Sang Maestro Khat Syeikh Hamid Al-Amidiy. Beliau dijuluki Bapak Kaligrafi dunia karena mampu meramu kaidah umum berbagai khat yang kita gunakan saat ini.

Maka khat sebagai kesenian islam yang punya peranan mengantarkan agama sampai pada kita, maka patutlah seorang muslim bukan hanya bangsa Arab untuk menjaga kesenian ini. Sehingga agama tetap mempunyai identitas kesenian yang kuat dan murni. 

Sabtu, 29 Oktober 2016

mulia dengan rindu

Untuk : Nabiku Muhammad yang mulia
Dengan Nama Allah Penguasa Semesta,
Segala Puji bagiNya Tuhan alam raya,
Ash-sholatu was salamu alaika ya aba zahra,

Wahai Imam para Rasul dan Anbiya
Sepucuk surat ini, dari umatmu yang gelimang dosa
Kami cinta akan dikau Penghulu mulia
Bagaimana mungkin kami tak merindu mesra...
Sedang kau sebut kami saudara depan sahabat anda
hingga kau sebut ingat kami sebelum wafat anda
bahkan dengan mengingatmu tenang hati jiwa
Bagaimana bisa kami tak mencinta??!!
Sedang engkaulah yang paling Allah cinta
Sungguh nurmu yang paling pertama tercipta
hingga bulan dan matahari senang jadi perumpamaan anda
Bahkan surga pun rindu padamu,
Sampai cahaya mu menerangi umat bumi penuh karunia
Karunia Allah yang Maha Kuasa

Maka kulantunkan cintaku dengan sholawat atas anda
Kulaksanakan cintaku dengan mengikuti sunnahmu yang mulia

Sungguh, akan dikau Allah cinta,
Sampai dengan sholawat  atasmu kami dimudahkan urusan dunia 
hingga dengan sholawat  atasmu Allah sholawat atas kami jua
bahkan dengan sholawat atasmu terampuni dosa

Wahai yang paling dicintai Maha Pencinta
Sungguh, karna cintamu pada kami yang luar biasa
Kau larang jibril azabi umat  dzalimimu dahulu kala
Kau kasihi Nashrani buta yang cacimu menghina

Wahai Makhluk terbaik jagad raya
Cinta kami tak sebesar Abu Bakar yang menahan rasa gigitan ular agar ka tak terjaga
Belum juga seperti Bilal yang pingsan tak mampu lanjutkan azan sepeninggal anda
Tak jua jadi syiir layaknya burdah milik imam Bushiri mulia

Wahai yang paling dikasihi Sang Pencipta
Sayyidina Muhammad shalawat baginya
Jiwaku terguncang, hatiku menderu, ragaku meronta
Rinduku resah sangat akan anda
Lebih dari bayi rindu pelukan bundanya
Lebih dari sepasang kekasih terpisah jarak keduanya

Maka kami mengadah tangan munajat pada Sang Pemilik segalanya
Dengan kemulian Muhammad imam para anbiya
Jadikanlah hari, malam, majlis, akhlak kami layaknya akhlaknya rasulullah
Penuhkan hati kami dengan cinta atas Rasulullah
Lapangkan dada kami denga ilmu Rasulullah
Jaga Lidah kami dengan shalawat atas Rasulullah
Wahai Pemilik cahaya bumi dan langit, isilah hati kami dengan cahaya rasulullah
Limpahkan rezkimu dengan melihat wajah rasulullah
Jadikanlah kami golongan saudara yang disebut rasulullah
Jadikanlah cinta rasul lebih dari cinta kelurga dan harta dunia...

Dari umatmu yang melawan nafsu dengan cinta